Tempat Wisata Baru Di Kulonprogo Terpopular

Ada banyak sekali tempat wisata alam di jogja yang bisa anda jelajahi. Semua tempat tersebut menyimpan keindahan tersendiri dan unik. Salah satu daerah di jogja yang wajib anda kunjungi adalah daerah kulon progo. Kulon progo seperti sebuah daerah yang penuh kejutan. Dari tahun ke tahun semakin banyak tempat wisata alam baru yang dibuka. Semua tempat tersebut sangat unik dan wajib untuk dikunjungi. Anda bisa mengunjungi daerah kulonprogo dengan sepeda motor dari rental motor di jogja. Dengan begitu anda bisa menikmati keindahan alam yang masih asri di kulon progo. Dari kota jogja menuju kulon progo kurang lebih memakan waktu 2 jam perjalanan. Berangkatlah pagi hari sehingga udaranya masih segar. Berikut ini tempat wisata baru di kulonprogo yang wajib anda kunjungi.

Puncak Gunung Lanang

Ada dua gunung lanang di kulonprogo. Pertama berada di sekitar pantai glagah atau biasa disebut sebagai badraloka mandira atau astana jingga. Tetapi yang ingin saya bahas ini adalah puncak lanang yang berada di desa jatimulyo, girimulyo, kulon progo Yogyakarta. Letaknya dekat dengan goa kiskendo. Puncak gunung lanang merupakan salah satu puncak dari perbukitan menorah. Dari sini anda bisa melihat hijaunya perbukitan menoren bagian barat. Dari sini ada juga bisa mendengar dan melihat deburan ombak samudera india. Untuk mencapai puncak gunung lanang, anda harus berjalan menaiki tangga yang cukup banyak. Tetapi sampainya diatas anda bisa melihat keindahan alam yang begitu mempesona.

Kedung Pedut

Tempat wisata di kulonprogo selanjutnya adalah kedung pedut. Tempat ini terdiri dari 3 buah kedung yang bertingkat-tingkat. Yang unik adalah air di kedung ini, warna air di kedung berwarna biru. Pada bagian atasnya terdapat jembatan bambu yang digunakan untuk melintas. Nama pedut diambil karena tempat ini menyimpan sebuah kecerian dibalik sebuah kabut. Disini anda bisa bersantai atau bermain-main didalam kedung. Kedungnya tidak terlalu dalam jadi masih aman. Anda bisa naik dibebatuan lalu menerjunkan diri dari atas. Letak kedung pedut dekat dengan air terjunkembang soka. Jadi jika anda sudah sampai di pertigaan air terjun kembang soka, lurus sampai dusun kembang. Nanti anda sampai di air terjun kedung pedut.

Taman Sungai Mudal

Letak taman sungai mudah tidak jauh dari kedung pedut. Jadi anda bisa sekalian kesini jika mengunjungi kedut pedut. Di tempat ini terdapat sebuah taman sungai yang sangat indah dan asri bernama taman sungai mudal. Di sini terdapat banya sekali tanaman dan bunga yang indah. Ada bunga anggrek yang langka dan hanya ada disekitar tempat itu. Ada air terjun kecil yang mengalir membuat suasana semakin tenang dan nyaman. Di pingir-pinggir taman sungai mudal terdapat gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai. Anda juga bisa berenang di kedung dan bermain canyoning. Jika ingin bermain canyoning anda harus membawa alat sendiri. Anda juga bisa bermalam disini dengan mendirikan tenda. Pasti akan menjadi liburan yang menyenangkan.

Goa Kidang Kencana

Tempat yang bisa anda kunjungi selanjutnya adalah goa kidang kencana. Anda bisa berpetualangan menyusuri perut bumi yang mempesona. Goa ini mempunyai lubang yang berdiamater 2 meter. Anda bisa melihat ringin kurung, langkit kuntoro, candi sewu, bulus dan pancoran manic. Selain itu masih ada stalagnit dan stalagtit yang sangat banyak sekali. Goa kidang kencana ini masih sangat baru. Tapi dari pihak pengelola sudah menyediakan perlengkapan keamanan yang lengkap. Anda bisa menelusuri goa sedalam 350 meter ini dengan aman dan menyenangkan.

Itulah beberapa tempat wisata baru di kulonprogo yang bisa anda kunjungi. Sebenarnya masih banyak sekali tempat wisata yang bisa anda kunjungi. Kulonprogo memang menyimpan keunikan sendiri dibandingkan tempat lain di jogja. anda bisa naik motor dari jogja yang di sewa dari rental motor di jogja. dengan menggunakan sepeda motor, anda bisa menghemat biaya dan menikmati perjalanan yang menyenangkan.

Candi Pawon: Bangunan Bersejarah Titik Tengah Dari Tiga Candi

Image 1

Candi Pawon bertempat di Magelang, Desa Mendut, Jawa Tengah. Candi ini cukup berbeda dengan bangunan candi yang lain yang biasanya tertutup rapat. Namun candi ini mempunyai lubang angin yang terletak pada bilik-biliknya.Candi ini dikenal sebagai titik tengah yang menghubungkan Candi Borobudur dan Candi Mendut.Candi ini tepat terletak pada sumbu garis yang menghubungkan Candi Borobudur dan Candi Mendut.Candi yang mempunyai bentuk segi empat dan atap bertingkat serta sebuah bilik ini mempunyai ukuran yang cukup lebih kecil jika dibandingkan dengan Candi Mendut.

Letak dari candi ini dikelilingi oleh rumah penduduk dan membuatnya cukup tersembunyi. Candi ini tersusun dari bebatuan vulkanik dengan memadukan gaya bangunan India dan Hindu Jawa kuno. Selain itu, konsep Candi Pawon juga mirip dengan corak ragam hias yang ada pada Candi Borobudur dan Candi Mendut. Beberapa ahli sepakat bahwa ketiga candi tersebut dibangun di abad yang sama. Hal ini diperkuat dengan adanya prasasti Karangtengah atau Prasasti kayumwungan tertanggal 26 Mei pada tahun 824 Masehi. Pada saat anda tiba di candi ini, anda akan menikmati suasana yang terlihat sangat tenang. Di kios penjual suvenir atau rumah warga disekitar candi ini anda akan mendengarkan tembang jawa yang mengalun pelan yang menambah suasana yang tenang dan juga damai.

Struktur bangunan bersejarah dari Candi Pawon

Hiasan Candi Pawon yaitu hiasan kala makara dapat anda nikmati di bagian atas pintu masuk dari candi ini.Atap dari candi ini mempunyai bentuk limas yang dihiasi stupa-stupa yang berukuran kecil.Pada dinding di candi ini, terdapat relief-relief dari makhluk kayangan sebagai penggambaran Gunung Meru. Relief di dinding candi ini antara lain relief pundi-pundi, kinari-kinari atau burung yang berkepala manusia, relief bodhisattva, dan relief pohon hayati atau pohon kalpataru. Relief-relief tersebut terletak di dinding bagian luar candi.Di dalam candi, tidak terdapat satupun arca atau relief yang bisa ditemui.Hanyalah bilik kosong yang ada di dalam candi.

Filosofi istilah-istilah penamaan dari Candi Pawon

Membahas tentang nama candi, pawon mempunyai banyak penafisiran dan makna. Di dalam bahasa Jawa, pawon mempunyai arti dapur atau tempat yang digunakan untuk memasak. Salah satu seorang ahli berpendapat bahwa namaCandi Pawon berasal dari kata perabuan atau perawuan. Menurut penduduk sekitar, kata pawon tersebut berasal dari kata pawuan yang mempunyai arti tempat pembakaran sampah atau tempat pembuangan. Arti kata tersebut merujuk pada proses pembakaran atau adanya api yang diadakan di candi ini. Tidak dapat dipastikan istilah manakah yang benar namun dibilik candi ini ada enam lubang angin dan berfungsi sebagai tempat keluarnya asap yang merupakan hasil pembakaran.

Lubang angin yang terdapat pada Candi Pawon menjadi pembeda konsep arsitekur di candi ini dengan candi yang lain dimana yang biliknya biasanya tertutup rapat. Penduduk setempat juga sering menyebut candi ini dengan nama candi Brajanalan yang berasal dari kata atau istilah anala atau api dan vajra atau halilintar. Candi ini dibuat dari bebatuan gunung berapa dan berada di atas teras serta tangga yang cukup lebar.Semua bagian yang ada di candi ini dilengkapi dengan hiasan stupa.

Pemugaran dan rekonstruksi peninggalan bersejarah Candi Pawon

Sama halnya dengan candi yang lain, candi ini juga dipugar tepatnya pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1904. Penyelesain rekonstruksi atau pemugaran diperkuat dengan adanya ukiran angka 1904 yang ada di bagian kiri atas pintu masuk candi.Karena letaknya yang di tengah perkampungan, Candi Pawon cukup sulit untuk ditemukan bagi mereka yang pertama kali mengunjungi candi ini. Agar anda lebih cepat sampai menuju lokasi candi ini, sebaiknya anda bepergian dengan menggunakan sepeda motor yang bisa dirental di tempat-tempat sewa sepeda motor.

Candi Sari: Situs Biara Untuk Ibadah Para Bhikku

Image 1

Berdasarkan sejarah, Candi Sari dibangun sekitar pada abad ke-8 saat pemerintahan dipimpin oleh rakai Panangkaran.Berdasarkan fakta sejarah, candi ini masih mepunyai hubungan dengan Candi Kalsa seperti yang tercantum di dalam prasasti Kalasan bertanggal 778 Masehi.Dalam prasasti tersebut diketahui bahwa candi ini dibangun kemudian digunakan sebagai biara yang digunakan untuk bhikku beribadah.Interior, komponen dan juga struktur candi menunjukkan bahwa candi ini difungsikan sebagai biara.Pertama kali, candi ini ditemukan sekitar awal abad ke-20 dan dimulai restorasi pada tahun 1929 sampai tahun 1930.

Lokasi dari wisata bersejarah Candi Sari

Candi yang digunakan sebagai biara pada masanya ini bertempat di Desa Tirtamartani, Dusun Bendan, Kabupaten Sleman, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta, Jika anda berada di pusat kota Yogyakarta, candi ini berjarak 10 KM dari Jogja dan berjarak sekitar 0.5 KM dari candi Kalasan. Wisata bersejarah Candi Sari mempunyai panjang 17,3 meter, tinggi 17 meter, dan juga lebar 10 meter. Pada awalnya, candi ini diperkirakan mempunyai tiga atau dua lantai. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan bagian yang terbuka dimana di dinding bagian dalam difungsikan sebagai tempat blok kayu. Sedangkan lantai atas digunakan untuk penyimpanan barang- barang yang dianggap religius.untuk tempat kegiatan-kegiatan keagamaan dipusatkan di lantai bawah.

Candi ini menghadap ke arah timur dengan dinding yang ditutupi Vajralepa yang mirip dengan dinding-dinding yang ada di Candi Kalasan.Dinding luar Candi Sari berhias beberapa patung Bodhisattva.Di bagian timur, selatan dan utara terdapat delapan patung sedangkan di sisi barat terdapat 12 patung.Bingkai jendela dan pintu candi dihiasi dengan sepasang wanita dan pria yang sedang memegang teratai.Dekorasi indah yang lainnya adalah Patung Kinara Kinari atau patung pria yang berkepala burung.Sama halnya dengan candi kalasan, candi ini juga berhiaskan patung Kala Makara tanpa dilengkapi rahang bawah.

Proses pemugaran dan rekonstruksi Candi Sari

Dari Candi Kalasan, candi ini berjarak terletak di timur lautnya. Sesuai namanya, Candi Sari memiliki arti elok atau cantik. Pemilihan kata ini kemungkinan dikaitkan dengan keindahan yang ada pada hiasan dan juga corak gaya dari bangunan candi ini. Berdasarkan ahli arkeologi, dari pola hias serta pahatan yang sangat halus, candi ni dibangun pada abad sekitar ke-8 Masehi.

Sesuai dengan bentuk dari atap, candi ini merupakan peninggalan umat Budha.Pada saat pertama kali ditemukan, candi ini dalam keadaan rusak yang sangat berat.Kemudian pemugaran Candi Sari dilakukan namun belum begitu sempurna karena banyaknya batu di candi yang hilang. Beberapa bagian yang hilang antara lain bilik penampil menjorok keluar dari bagian dinding depan, sebagian selasar atau kaki candi yang mengelilingi bangunan, stupa atap dan hiasan ataupun ukiran. Komponen-komponen tersebut secara terpaksa diganti dengan menggunakan batu polos.

Informasi pengunjung dan rute menuju Candi Sari

Candi ini dibukan untuk umum mulai pukul Sembilan pagi hingga pukul lima sore WIB. Untuk tiket per orang, anda cukup membayar 2000 rupiah saja. Rute menuju ke Candi Sariakan lebih mengesankan jika anda menggunakan sepeda motor. Anda dapat menyewanya dibeberapa tempat rental sepeda motor yang ada di Jogja. Jika anda berangkat dari pusat kota Yogyakarta, anda dapat menuju ke arah timur sama halnya dengan rute ke Candi Prambanan. Perhatikanlah jalan yang menunjukkan rute ke arah candi Kalasan.Jika sudah menemukan, berbeloklah kearah kiri kemudian lurus kearah utara sampai anda menemukan candi ini.

Menikmati Kemegahan Candi Ratu Boko Di Bukit Yang Penuh Kedamaian

Image 1

Candi Ratu Boko merupakan komplek sebuah istana megah yang dibangun sekitar abad ke-8. Candi ini merupakan salah satu candi yang termegah di masanya dan dibangun oleh salat satu kerabat dari pendiri candi Borobudur.Berdasarkan sejarah, candi ini dibangun pada masa kepemimpinan Rakai Panangkaran yang merupakan salah satu keturunan dari Wangsa Syailendra.Awalnya, bangunan ini bernama Abhayagiri Vihara yang memiliki arti biara di bukit penuh kedamaian didirikan sebagai tempat menyepi atau memfokuskan diri terhadap kehidupan spiritual. Ketika anda pergi ke Jogja, sangat disarankan untuk pergi ke candi ini dimana anda bisa menikmati pemandangan candi Prambanan yang berlatar Gunung Merapi, pemandangan kota Jogja, serta merasakan kedamaian.

Letak dari bangunan bersejarah Candi Ratu Boko

Berbicara tentang letak, candi ini dibangun sekitar 196 meter berada diatas permukaan air laut.Area Candi Ratu Boko mempunyai luas sekitar 250,000 meter persegi yang terbagi menjadi 4 kawasan yaitu kawasan timur, tenggara, barat, dan tengah. Di bagian tengah, candi ini terdiri dari lapangan, bangunan gapura utama, kolam, candi pembakaran, paseban, dan juga batu berumdak.Di bagian tenggara terdapat balai-balai, pendopo.kolam, tiga candi, dan juga kompleks keputren. Di bagian timur terdapat stupa Budha, kompleks gua, dan juga kolam.Sedangkan di bagian barat, hanya terdapat perbukitan.

Bagian-bagian dari Candi Ratu Boko yang bisa dikunjungi

Saat anda memasuki pintu gerbang candi ini, anda akan langsung menuju ke bagian tengah candi. Terdapat dua gapura tinggi yang menyambut kedatangan anda.untuk gapura pertama dari Candi Ratu Boko mempunyai tiga pintu dan terdapat lima pintu untuk gapura yang kedua. Pada gapura pertama, terdapat tulisan Panawabra jika anda cermat mengamatinya.Menurut prasasti Wanua Tengah III, tulisan tersebut ditulis oleh Rakai Panawabra yang merupakan keturunan dari Rakai Panangkaran yang kemudian mengambil alih candi ini. Tujuan dari penulisan nama tersebut untuk memberi kekuatan dan melegitimasi kekuasaan sehingga akan tampak lebih agung dan sebagai tanda bahwa bangunan tersebut adalah bangunan utama.

45 meter dari gapura yang kedua, anda dapat melihat candi berbahan dasar dari batuputih sehingga dikenal dengan Candi Batu Putih. tak jauh dari candi tersebut juga terdapat candi pembakaran yang dibangun dengan bentuk bujur sangkar dengan ukuran 26 meter X 26 meter serta terdapat dua teras yang melengkapinya. Bangunan ini digunakan untuk membakar jenazah di masanya.Selain itu, terdapat batu berumpak dan juga kolam yang berjarak kurang lebih 10 meter dari bangunan candi pembakaran.Bangunan bersejarah Candi Ratu Boko juga mempunyai sumur yang penuh misteri di sebelah tenggara candi pembakaran.

Konon, sumur misteri tersebut dinamakan Amerta Mantana yang memiliki art air suci yang diberi mantra.Sampai saat ini, air dari sumur tersebut masih sering dipakai.Masyarakat di kawasan candi Boko menganggap bahwa air dari sumur tersebut mampu membawa keberuntungan bagi siapa yang mau menggunakan airnya.Biasanya, orang Hindu menggunakan air tersebut dalam upacara Tawur Agung sehari sebelum hari Nyepi berlangsung.Penggunaan air dari sumur ini dipercaya mampu mendukung tujuannya yaitu memurnikan diri kembali dan juga mengembalikan bumi beserta isinya ke harmoni awal.

Di bagian timur, anda akan melihat dua goa serta kolam besar seluas 20 meter X 50 meter dan juga stupa Budha yang Nampak tenang. Dua gua tersebut terbentuk dari batuan-batuan sedimen yang dikenal Breksi Pumis.Gua di bagian yang lebih atas bernama Gua Lanang sedangkan di bagian yang lebih bawah disebut Gua Wadon. Tepat di depan Gua Lanang terdapat kolam dan juga 3 stupa. Stupa tersebut adalah Aksobya tang merupakan Pantheon Budha. Jika anda menginap dipusat kota Jogja, anda bisa merenta sepeda motor untuk menuju ke kawasan wisata dari Candi Ratu Boko.

Candi Sambisari: Peninggalan Umat Hindu Di Yogyakarta

Image 1

Candi Sambisari adalah salah satu peninggalan pada masa Hindu. Bangunan ini berdiri sekitar pada abad ke sepuluh atau sekitar 812-838 AD.Candi ini dibangun oleh keluarga dari dinasti Syailendra tepatnya pada saat kepemimpinan Rakai Garung. Kabarnya, candi bersejarah ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1966 oleh seorang petani saat ia menggali lapangan. Diperkirakan candi ini terkubur oleh material yang berupa vulkani berasal dari letusan Gunung Merapi pada tahun 1006. Setelah itu, dilakukan penggalian oleh Pusat Akeologi Yogyakarta yang tidak hanya menemukan candi namun juga beberapa artefak yang lain. Beberapa dari artefak yang ditemukan antara lain prasasti emas, keramik, dan juga perhiasan. Penggalian kemudian berlanjut dengan diadakannya rekonstruksi candi yang memakan waktu hingga 21 tahun.

Mengetahui Lokasi Candi Sambisari di Yogyakarta

Bagi anda yang pertama kali akan mengunjungi Candi ini, informasi tentang lokasi Candi Sambisari sangatlah penting. Candi bersejarah ini terletak di desa Purwomartani, Dusun sambisari, Kabupaten Sleman, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta.Candi ini berjarak dari Yogyakarta sekitar 10 km atau 5 km dari sebelah barat candi Prambanan.

Hal-hal yang bisa dinikmati di tempat wisata Candi Sambisari

Mengunjungi candi merupakan salah satu wisata yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang sejarah. Bagi anda yang pertama kali pergi ke Candi Sambisari, anda mungkin akan bertanya-tanya perihal tidak adanya candi di situs tersebut. Namun, saat anda terus berjalan maju menuju lokasi, anda akan melihat dengan kawasan candi ini yang terletak di bawah tanah. Lokasi dari candi ini berkisar 6.5 m di bawah tanah.Oleh karena hal inilah banyak orang yang menyebutnya sebagai kuil bawah tanah.

Saat anda menikmati hamparan lokasi dari candi ini, anda akan mengetahui bahwa ada tiga candi yang menyertai satu candi utama dimana ketiga candi tersebut berada di depan bangunan utama Candi Sambisari. Bangunan dari candi ini sangat megah dengan dikelilingi dua lapisan dindingnya terbuat dari batu putih. Total luas dari bangunan ini adalah 50 X 48 meter. Namun diperkirakan total luas tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan apa yang dapat dilihat saat ini. Akan tetapi, banyak arkeolog berpendapat bahwa situs candi ini tidak memungkinkan untuk melakukan penggalian yang lebih lanjut karena perihal ketinggian lahan. Jika penggalian dilanjutkan, kawasan candi terutama di bagian barat akan dilanda banjir dari air sungai saat musim penghujan tiba.

Saat anda memasuki bagian utama candi, anda dapat melihat keindahan patung makara yang didukung oleh 2 bintang kata.Selain itu, juga terdapat patung lingga yoni yang berada di dalam bangunan vandi induk.Tempat ini merupakan Ibadah kepada Shiva.terdapat 3 relung pada setiap sisi luar dinding pada bangunan candi utama. Relung-relung tersebut berisi patung-patung.Di sisi utara, relung diisi oleh patung Dewi Durga, patung Agastya di sisi selatan, dan patung Ganesha di sisi timur. Di depan candi utama Candi Sambisari, terdapat tiga candi tambahan yang mempunyai luas sekitar 4,8 m2 dan memiliki tinggi sekitar 5 meter. Kuil-kuil tambahan tersebut dibangun tanpa dilengkapi dengan mahkota.Di dalam kuil-kuil tersebut terdapat platform yang berbentuk persegi dan dihiasi dengan bentuk naga dan lotus.Dierkirakan platform tersebut digunakan sebagai tempat peletakan persembahan.

Untuk masuk ke kawasan wisata dari Candi Sambisari, anda hanya cukup membayar tiket masuk sebesar 2000 rupiah saja.Di dekat candi, terdapat ruang informasi yang dpenuhi dengan beberapa foto selama rekosntruksi dan penggalian candi ini. Jalan menuju candi merupakan jalan aspal yang bisa dilalui dengan menggunakan motor atau mobil. Agar pengalaman liburan anda ke candi ini lebih berkesan, anda bisa menyewa sepeda motor di Jogja untuk menuju lokasi yang tentunya akan menghindarkan anda dari kemacetan.

 

Candi Ijo: Salah Satu Candi Yang Terkenal Di Yogyakarta

Image 1

Jika anda pergi ke Yogyakarta atau biasa disebut Jogja, Candi Ijo harus menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi.Dinamakan Ijo karena memang letaknya yang terletak di sebuah bukit yang berwarna hijau. Candi ini adalah candi tertinggi yang di bangun di Jogja jika dibandingkan dengan candi-candi yang lain. Bukit ijo sendiri mempunyai ketinggian berkisar antara 357,402 m hingga 395,482 mdpl. Terletak di kawasan Kalasan yang merupakan daerah yang terletak diantara beberapa perbukitan yang sama dengan candi yang lain seperti candi barong, candi banyunibo, atau candi ratu boko. Candi-candi tersebut terletak diatas perbukitan di kawasan kecamatan Prambanan.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang bangunan Candi Ijo

Menurut perkiraan banyak orang, Candi ini dibangun sekitar di abad ke 9 Masehi. Bila anda sudah sampai di area candi, di arah selatan akan terlihat lembah yang curam namun sangat indah. Di arah barat, terlihat Bandara Adisucipto terletak d di bagian tepi barat dari perbukitan tersebut.Bangunan Candi Ijo terdiri dari tujuh belas struktur bangunan.Terbagi lagi menjadi sebelas teras yang berundak.Teras pertama adalah halaman yang menuju ke pintu masuk yaitu teras berundak dan membujur dari arah barat ke arah timur.Di teras yang teratas, ada delapan lingga patok, tiga candi perwara dan juga bangunan candi utama.dari keseluruhan teras tersebut, teras yang dianggap paling sacral adalah teras ke-11 yang merupakan teras tertinggi.

Di candi ini juga terdapat bermacam-macam ragam relief yang merupakan cirri khas panorama yang dapat dinikmati ketika mengunjungi candi.Ragam relief Candi Ijo yang ada pada dinding candi menunjukkan bahwa candi ini adalah peninggalan dari Umat Hindu.Saat anda memasuki pintu masuk, diatasnya anda dapat melihat kala makara dengan motif yang sangat menarik yaitu motif kepala ganda dan juga atributnya.Kala makara juga dapat dijumpai pada Candi peninggalan umat Budha dan menunjukkan bahwa candi tersebut adalah salah satu bentuk akulturasi.Akulturasi yang dimaksud disini adalah pencampuran dua atau lebih kebudayaan yang saling bertemu dan juga saling mempengaruhi yaitu antara kebudayaan Hindu dan kebudayaan Budha. Selain Candi Ijo, candi yang memiliki motif kala makara adalah Candi plaosan, candi ngawen, dan juga candi sari.

Peninggalan-peninggalan yang ada di Candi Ijo

Salah satu peninggalan yang terkenal di candi ini adalah berupa Lingga -Yoni dan terdapat di dalam candi.Lingga Yoni sebagai peninggalan Candi Ijo memiliki ukuran yang cukup besar bahkan terbesar yang ada di Indonesia.Berdasarkan keterangan dari kepala unit candi ini, besarnya ukuran dari Lingga Yoni menandakan besarnya pemujaan kepada Dewi Parwati (istri Dewa Siwa) dan Juga Dewa Siwa.Selain mempresentasikan Dewi Parwati dan Dewa Siwa, Lingga-Yoni adalah gambaran dari sifat perempuan dan sifat lelaki yang juga bisa dimaknai sebagai kesuburan dan juga awal mula kehidupan yang ada di dunia.

Di atas Yoni, berdiri sebuah Batu Lingga yang berbentuk bulat silinder dan berbentuk ceruk memiliki ujung yang digunakan tempat dari aliran air.Terdapat juga pahatan yang berbentuk kura-kura dan kepala naga yang menopang tempat air yang mengalir dari Yoni.

Besar kemungkinan bahwa pemujaan kepada Dewa Siwa di Candi Ijo di lakukan dengan cara menuangkan air dari atas Lingga dan mengalir hingga ke Yoni. Aliran tersebut kemudian dianggap air yang suci. Untuk melihat keindahan dan nilai-nilai bersejarah di candi ini, anda dapat menyewa atau merental motor yang ada di banyak wilayah di Jogja agar anda lebih menikmati pemandangan alam secara langsung menuju lokasi Candi ini.

Candi Abang Keunikan Candi Batu Bata Di Atas Bukit

 

Image 1

Jika anda sedang mengunjungi kota istimewa Yogyakarta dan ingin berwisata sejarah, tidak ada salahnya berkunjung ke Candi Abang. Candi ini berada tidak jauh dari pusat kota, tepatnya di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Ada dua jalur yang bisa anda tempuh untuk sampai di lokasi. Jika anda melalui Jalan Jogja-Solo, begitu sampai di Terminal Prambanan ambil kanan menuju Jalan Raya Jogja-Piyungan. Atau anda dapat menempuh jalur selatan melalui jalan Jogja-Wonosari. Saat sampai di lampu merah terakhir sebelum tanjakan, ambil jalan ke kiri. Ikuti jalan tersebut hingga menemukan papan penunjuk ke arah candi dan Gua Sentana.

Dari Jalan Raya Jogja-Piyungan, anda harus menempuh perjalanan sejauh 1,5 km untuk sampai di bangunan candi yang berada di puncak bukit. Akses ke lokasi sudah bagus dan bisa ditempuh kendaraan roda empat. Hanya saja, begitu menuju puncak bukit agak rusak dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda motor.

Kondisi Candi Abang

Keutuhan candi memang tidak lagi sempurna. Akan tetapi keindahan dan keunikan candi masih terjaga. Candi ini masih berdiri kokoh di puncak bukit. Ukuran alas candi adalah 36m x 34m dengan tinggi yang masih belum bisa diperkirakan. Bentuk candi ini seperti piramida dan terdapat sumur di tengahnya. Sumur ini diberi nama Sumur Bandung. Tangga masuk pada candi dibuat dari batu putih alias gamping. Selain itu, ada sebagian batu-batu andesit yang belum diketahui fungsinya. Di lokasi tersebut ditemukan yoni, sebagai tanda bahwa candi tersebut merupakan peninggalan agama Hindu. Yoni yang ada di candi ini berbentuk heksagon atau segi delapan dengan setiap sisinya berukuran 15 cm.

Sejarah Singkat Candi Abang

Candi ini dibangun sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Meskipun demikian, candi ini diperkirakan mempunyai umur yang lebih muda dibandingkan candi-candi Hindu lainnya. Candi yang berbentuk seperti piramid ini dinamakan Candi Abang karena terbuat dari batu bata yang berwarna merah (abang dalam bahasa Jawa). Seperti pada umumnya, kebanyakan candi di bangun di atas bukit, karena pada masa lalu tempat yang lebih tinggi dianggap sebagai tempat yang suci (tempat tinggalnya dewa-dewi).

Keunikan Candi Abang

Keunikan utama dari candi umat Hindu ini adalah terbuat dari batu bata merah. Umumnya candi di Jawa Tengah dibangun dengan batu andesit yang merupakan batuan beku vulkanik. Untuk menciptakan candi yang tahan lama, dibutuhkan batuan andesit yang sempurna. Yang dimaksud sempurna disini adalah yakni batu andesit harus ditambang terlebih dahulu dari dalam tanah. Batu-batu andesit inillah yang dapat ditatah membentuk kotak-kotak saling kunci yang membentuk susunan candi. Batu andesit memang bukan satu-satunya bahan dasar penyusun candi. Ada juga candi yang tersusun dari batu bata merah. Di sinilah letak keunikannya, candi dengan batu bata merah umumnya ditemukan di Jawa Timur. Tetapi ternyata di area Jawa Tengah pun ada candi tersebut.

Bentuk candi ini menyerupai bukit ketika musim hujan karena banyak ditumbuhi rerumputan hijau. Namun ketika musim panas tiba anda akan melihat merahnya candi ini. Mitos yang beredar di masyarakat setempat, Candi Abang dijaga seorang tokoh yang dituakan dan dihormati. Ia bernama Kyai Jagal yang berbadan besar dan berambut panjang. Kyai Jagal adalah seorang pelindung dari segala kerusakan.

Candi Mendut Bangunan Suci Tempat Singgah 3 Arca Buddha

Image 1

Pernah mendengar kisah percintaan Roro Mendut dengan Pronocitro? Adakah hubungannya dengan Candi Mendut? Jawabannya adalah tidak ada. Mungkin hanya suatu kebetulan jika keduanya menggunakan nama Mendut. Roro Mendut adalah wanita cantik yang terkenal kemolekannya, sedangkan Mendut satunya adalah sebuah bangunan candi yang masih anggun. Candi Buddha ini terletak tidak jauh dari Candi Borobudur yang terkenal. Letaknya sekitar 3 km arah timur dari Borobudur.

Jika anda datang dari arah kota Yogyakarta, tepat di kanan jalan anda akan bertemu bangunan anggun yang tersusun atas batu-batu alam menjulang tinggi. Ukurannya tak terlalu besar dan mempunyai bentuk dasar persegi. Pada bagian puncak atap bertingkat dihiasi oleh stupa-stupa kecil. Di sekeliling candi terdapat pagar yang terbuat dari besi untuk mencegah orang masuk tanpa izin. Terlihat pula lapak-lapak pedagang di salah satu sudut, tepat di bawah pohon beringin dengan akarnya yang terjuntai. Bangunan candi setinggi 3,7 meter ini dibangun lebih dulu daripada Candi Pawon dan Candi Borobudur. Jika kedua candi tersebut menghadap ke arah matahari terbit, maka candi ini menghadap ke barat.

Relief Penghias Candi Mendut

Sama halnya seperti kebanyakan candi lain di Jawa Tengah maupun Yogyakarta, hampir seluruh dinding Candi Mendut dihiasi oleh pahatan relief. Yang unik disini adalah relief-relief pada dinding terluar candi merupakan dongeng berupa fabel atau cerita dengan tokoh hewan. Saat melangkahkan kaki memasuki bilik candi, semerbak wangi bunga bercampur dengan aroma hio tercium dengan dengan jelas. Anda dapat menaiki candi melewati tangga masuk. Dinding pada lantai juga masih dihiasi dengan pahatan relief yang menggambarkan Buddha. Masuk ke bagian dalam, anda akan menemukan sebuah ruangan kecil di tengah bangunan. Ruangan ini digunakan oleh umat Buddha untuk sembahyang hingga saat ini.

Tiga Arca Pada Candi Mendut

Tiga arca berukuran besar setinggi 3 meter berdiri kokoh berada di bagian bilik candi. Arca tersebut adalah arca Dyani Buddha Cakyamuni atau Vairocana yang terletak di tengah. Di sebelah kiri terdapat arca Avalokitesvara atau Padmapani. Dan pada sisi kanan terdapat arca Bodhisatva Vajrapani. Arca Dyani Buddha Cakyamuni yang berada di tengah duduk dengan kedua kaki menyiku ke bawah dan sikap tangan memutar roda dharma. Dipahat dari batu utuh dengan kecermatan tinggi membuat tiga arca itu nampak anggun dan gagah. Di depan arca Buddha terdapat rangkaian bunga segar, hiolo, dan hio.

Sejarah Candi Mendut

Belum dapat dipastikan mengenai kapan candi bernuansa buddha ini dibangun. Namun J.G. de Casparis menduga bahwa candi ini dibangun oleh raja pertama dari wangsa Syailendra pada tahun 824 M. Dugaan tersebut berdasarkan pada isi Prasasti Karangtengah, yang menyebutkan bahwa Raja Indra telah membuat bangunan suci bernama Wenuwana. Candi ini pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1836. Seluruh bangunan candi diketemukan, kecuali bagian atapnya. Kemudian pada tahun 1897-1904, dilakukan upaya pemugaran pertama oleh pemerintah Hindia Belanda.

Dibalik pesona kemegahannya, sangat disayangkan pengunjung Candi Mendut tidak seramai Candi Borobudur. Padahal tiket masuk kawasan candi ini hanya 3 ribuan. Sangat jauh lebih murah dibanding degan tiket masuk Candi Borobudur. Nah, bagi anda yang sudah sampai Magelang tidak ada salahnya untuk mampir ke candi ini. Selain tiketnya sangat murah, anda tidak perlu banyak waktu untuk berkeliling area candi.

Penemuan Candi Kedulan Menguak Misteri Irigasi Bendungan Kuno

Image 1

Candi Kedulan ditemukan secara tidak sengaja oleh masyarakat penambang pasir pada 24 November 1993. Awal pertama ditemukan, kondisi candi runtuh dan tertimbun pasir. Bagian dasar candi berada pada kedalaman sekitar tujuh meter. Jika ditinjau dari material pasir yang menimbun candi, diperkirakan berasal dari letusan Gunung Merapi yang terjadi dalam beberapa periode. Pada saat pengerukan tanah yang menutup candi, terlihat ada 13 lapisan tanah lahar. Sehingga diperkirakan lahar yang mengubur candi tersebut berasal dari 13 kali letusan Gunung Merapi.

Bagian Komplek Candi Kedulan

Begitu anda memasuki kompleks candi, anda langsung disambut oleh lokasi penggalian sedalam 7 meter. Lokasi penggalian itu berisi batu-batu candi yang tersebar ke segala penjuru dan bagian kaki candi induk yang tampak masih menyatu. Terdapat 1 candi induk dan 3 candi perwara atau pendamping. Bagian candi induk masih dalam tahap pengujian kekokohannya, supaya dapat ditumpangi batu-batu lain pada tahap selanjutnya. Sedangkan untuk candi pewara masih belum dapat digali secara sempurna karena berada di area milik warga. Luas area keseluruhan candi Hindu ini diperkirakan akan terus bertambah, mengingat pagar candi masih belum ditemukan.

Sejarah Candi Kedulan

Pada area candi yang terletak sekitar 3 km arah barat laut Candi Prambanan, ditemukan dua buah prasasti yaitu Sumundul dan Panangaran. Prasasti berangka tahun 791 Saka (869 M) ini memuat tulisan yang memakai huruf serta bahasa Jawa Kuno. Kedua prasasti tersebut telah berhasil dibaca, diterjemahkan, dan diinterpretasikan oleh Drs. Cahyono Prasodjo MA dan Dr. Riboet Darmosutopo dari Fakultas Ilmu Budaya UGM. Prasasti tersebut menjelaskan adanya sebuah dawuhan atau dam yang digunakan oleh masyarakat dari desa Panangaran dan Parhyangan. Dan kemudian masyarakat diwajibkan untuk membayar pajak. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pada masa itu sudah mengenal manajemen irigasi dan pemanfaatannya dalam pertanian.

Hingga kini belum ditemukan data pasti tentang kapan pendirian candi yang berada di Dusun Kedulan ini. Masih ada pertanyaan apakah yang dimaksud dengan bangunan suci Tiwagaharyyan di zaman Kerajaan Mataram Kuno adalah Candi Kedulan. Sampai saat ini juga belum ditemukan data mengenai waktu pendirian bangunan suci Tiwagaharyyang. Akan tetapi angka tahun 791 Saka atau 859 M yang terdapat dalam kedua prasasti dapat dijadikan sebagai kerangka waktu pendirian bangunan candi.

Relief Candi Kedulan

Bentuk arsitektur candi ini mirip dengan Candi Sambisari. Tetapi dari segi seni hiasannya, justru mendekati relief Candi Ijo dan Candi Barong. Perbedaannya adalah Candi Sambisari menghadap ke barat, sedangkan candi ini menghadap ke arah timur. Candi Sambisari hanya memiliki pipi tangga pada candi utama saja, sedangkan untuk candi di desa Kedulan mempunyai pipi tangga pada candi pendampingnya juga. Nah, persamaan keduanya terletak pada hiasan pipi tangga yang berbentuk ular. Namun sosok ular pada Candi Sambisari menyerupai barongsai, sedangkan pada candi satunya terukir sosok burung.

Tidak ada tiket masuk yang dibebankan pada pengunjung ketika memasuki kawasan ini. Pada area candi juga belum ada fasilitas seperti warung, mushola, maupun toilet. Anda dapat menggunakan sewa motor daerah Jogja untuk ke tempat ini. Turun dari kendaraan anda akan berjalan sekitar 10 meter ke arah selatan. Lalu anda akan menemui sebuah lembah dengan onggokan batu-batu candi di dasar lembah tersebut. Itulah yang dinamakan Candi Kedulan.